Saat terjadi kecelakaan lalu lintas, salah satu kesalahan fatal yang sering terjadi adalah memindahkan posisi korban secara sembarangan. Padahal, gerakan yang salah bisa memperparah cedera tulang belakang — bahkan menyebabkan kelumpuhan permanen.
Di sinilah evakuasi KED (Kendrick Extrication Device) berperan penting. KED adalah alat imobilisasi khusus yang dirancang untuk menyelamatkan korban kecelakaan tanpa membahayakan kondisi tulang belakang mereka.
Yuk baca apa itu kendrick extrication device dan fungsinya di blog ini.
Apa Fungsi Kendrick Extrication Device?

Fungsi utama KED adalah mengimobilisasi kepala, leher, dan torso korban selama proses evakuasi dari kendaraan atau ruangan terbatas. Dengan kata lain, alat ini memastikan tubuh korban tidak bergerak secara tidak sengaja — seperti menekuk ke depan, ke belakang, atau terplintir .
KED biasanya dipasang setelah kerah leher serviks (neck collar) terpasang. Kombinasi keduanya menciptakan stabilisasi sumbu kepala-leher-torso yang optimal, bahkan di kondisi ruang yang sangat terbatas seperti di dalam mobil.
Yang menarik, KED mampu menopang berat tubuh hingga sekitar 500–550 pon (>200 kg), sehingga cocok digunakan untuk berbagai kondisi pasien oleh satu orang penyelamat sekalipun.
Bagian-Bagian KED yang Perlu Diketahui
KED terdiri dari beberapa komponen utama yang bekerja bersama untuk menjaga stabilitas korban:
- Rompi Nylon: Rompi berbahan nylon yang melingkari tubuh pasien, dilengkapi dengan penyangga vertikal (terbuat dari kayu atau polimer) untuk mengimobilisasi tulang belakang sekaligus tetap fleksibel saat dipakaikan.
- Tali Torso (3 buah): Tali yang biasanya diberi kode warna (dari atas ke bawah: biru, kuning, merah) agar pemasangan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat, bahkan dalam kondisi minim cahaya.
- Tali Kaki (2 buah): Tali yang dapat disesuaikan, umumnya berbahan nylon dengan gesper pengunci, dirancang untuk mencegah alat bergeser ke atas saat digunakan.
- Sistem Penyangga Kepala:
- Bantalan Kepala: Digunakan untuk mengisi celah di belakang kepala pasien.
- Tali Kepala/Dagu (2 buah): Mengamankan bagian dahi dan dagu ke bantalan kepala/rompi agar kepala tidak bergerak ke samping maupun ke atas-bawah.
- Adjusta-Pad™: Bantalan leher tambahan untuk memastikan tulang belakang tetap dalam posisi netral yang ideal.
- Pegangan: Pegangan yang sudah terpasang langsung pada alat, digunakan untuk mengamankan atau memindahkan korban.
- Tas Penyimpanan: Untuk membawa dan menyimpan alat saat tidak digunakan.
Manfaat dan Kekurangan Menggunakan KED
Manfaat KED
KED memberikan sejumlah keunggulan dibanding metode evakuasi manual biasa:
- Stabilisasi tulang belakang jauh lebih baik dan konsisten
- Aman digunakan di ruang sempit seperti kabin kendaraan
- Mengurangi risiko cedera sekunder akibat pergerakan yang tidak terkontrol
- Meningkatkan efisiensi dan kecepatan kerja tim medis darurat
Kekurangan KED
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan KED:
- Pemasangan membutuhkan waktu lebih lama, sekitar 4–8 menit
- Kurang ideal di ruang yang sangat sempit atau kondisi darurat ekstrim
- Jika dipasang tidak benar, justru bisa menimbulkan cedera tambahan
- Kurang cocok untuk pasien dengan obesitas ekstrem karena keterbatasan ukuran
Kesimpulan
KED bukan sekadar alat — ini adalah investasi nyata dalam keselamatan jiwa. Bagi tim K3, paramedis, atau siapa pun yang terlibat dalam penanganan darurat, memiliki KED yang berkualitas adalah keharusan.
Butuh KED atau perlengkapan APD lainnya? Kunjungi safetyworld.co.id sekarang. Tersedia berbagai pilihan alat keselamatan dengan pengiriman ke seluruh Indonesia. Lindungi tim Anda sebelum darurat terjadi.

Related Posts