Selamat datang di Safety World Indonesia. Dapatkan Penawaran Produk Safety Terbaik Disini

Kontak & Dukungan

  081902321010   021-62321010   sales@safetyworld.co.id

Mengenal 10 Simbol Keselamatan Kerja di laboratorium

4 years ago - Penulis Elizabeth Sarah
Mengenal 10 Simbol Keselamatan Kerja di laboratorium

Simbol keselamatan atau simbol bahaya adalah tanda visual standar yang digunakan untuk menandai potensi resiko di area kerja seperti laboratorium, ruang penyimpanan bahan kimia, atau fasilitas industri lainnya.

Simbol ini berfungsi sebagai alat komunikasi cepat dan dapat dipahami oleh semua orang dari negara yang berebeda, memberi peringatan kepada pekerja maupun pengunjung tentang jenis bahaya di sekitar mereka, mulai dari bahan mudah terbakar, korosif, hingga zat beracun.  

Tanpa simbol yang jelas, pekerja bisa saja tidak menyadari risiko tersebut sampai kecelakaan benar benar terjadi. Itulah sebabnya pemasangan simbol bahaya yang tepat menjadi langkah awal sebelum menentukan alat pelindung diri (APD) yang sesuai untuk setiap area kerja. 

Simbol di Laboratorium dan Maknanya

  1. Flammable - Mudah Terbakar

    Simbol pertama adalah flammable, yang memiliki arti bahwa benda tersebut mudah terbakar. Hati-hati dengan benda tersebut karena dapat menimbulkan kebakaran di laboratorium. Bahan kimia yang biasanya ditandai dengan simbol ini adalah gas etuna, keton, alkohol,

    Untuk menghindari potensi kebakaran atau ledakan, letakkan benda-benda mudah terbakar tersebut jauh dari sumber api atau logam yang dapat menghantarkan panas.

  2. Harmful - Berbahaya

    Simbol k3 di laboratorium yang kedua adalah harmful, yang memiliki arti berbahaya. Simbol ini ditandai dengan tanda silang berwarna hitam. Simbol ini ditujukan untuk menjelaskan bahwa bahan kimia tersebut, baik itu dalam bentuk padat, cair maupun gas, dapat menimbulkan bahaya bagi Anda. Bahaya yang ditimbulkan bermacam-macam, seperti beracun atau dapat menyebabkan iritasi kulit bila sampai terkena kulit Anda.

  3. Corrosive - Korosif

    Simbol k3 di laboratorium yang selanjutnya adalah corrosive atau korosif. Simbol ini digambarkan dengan cairan yang diteteskan pada benda dan tangan. Simbol ini untuk menandakan bahwa bahan kimia tersebut dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan dapat menyebabkan karat pada benda logam. Pastikan untuk menggunakan APD laboratorium agar terhindar dari cedera saat bersentuhan dengan bahan kimia yang satu ini.

  4. Poison / Toxic

    Simbol selanjutnya bergambar tengkorak, yang memiliki arti bahwa zat kimia tersebut sangat beracun. Anda harus menggunakan APD yang tepat, karena Anda dapat terpapar zat kimia beracun baik dari udara maupun sentuhan. Zat kimia yang termasuk dalam kategori beracun adalah sianida, merkuri, gas asam sulfida, dan fenol.

  5. Very Toxic

    Simbol ini tidak jauh berbeda dengan simbol sebelum nya (simbol toxic). Tetapi, zat ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia  dan bisa menyebabkan rusaknya kesehatan hingga kematian. Biasanya seseorang bisa terpapar melalui jalur pernapasan, kontak dengan kulit atau melalui pencernaan (dimakan atau diminum). Contoh zat yang memiliki simbol ini adalah karbon monoksida (CO), nitrobenzene, atau kalium sianida.  
  6. Explosion - Mudah Meledak

    Simbol keselamatan kerja di laboratorium selanjutnya adalah explosion, yang digambarkan dengan tanda ledakan. Simbol ini memiliki arti bahwa zat kimia tersebut mudah meledak. Jauhi zat kimia ini dari benda-benda yang bisa memancarkan api atau menghantarkan panas.

  7. Biohazard

    Simbol selanjutnya adalah biohazard. Simbol ini memiliki arti bahwa zat atau bahan kimia tersebut berasal dari organisme maupun bahan-bahan yang berasal dari organisme dan dapat membahayakan manusia. Hindari kontak langsung terhadap zat kimia ini, karena dapat menimbulkan efek berbahaya bagi tubuh Anda baik dalam jangka waktu pendek maupun panjang.

  8. Oxidizer - Pengkosidasi

    Simbol keselamatan kerja di laboratorium yang selanjutnya adalah oxidizer. Simbol ini digambarkan dengan bola yang memancarkan api. Arti dari simbol oxidizer adalah zat atau bahan kimia tersebut dapat melepaskan panas dan dapat memicu api ketika bereaksi terhadap zat kimia lainnya. Hati-hati saat menggunakan zat kimia ini, agar jangan sampai menimbulkan kebakaran atau ledakan di laboratorium.

  9. Environmental Hazard - Berbahaya Bagi Lingkungan

    Simbol keselamatan kerja selanjutnya adalah environmental hazard, yang digambarkan dengan pohon dan ikan mati. Simbol ini memiliki arti bahwa zat kimia tersebut sangat berbahaya bagi lingkungan hidup. Tingkat berbahayanya adalah hingga menyebabkan kematian bagi tumbuhan, hewan, bahkan manusia. Untuk itu, sangat tidak disarankan jika membuang sisa zat kimia ini di sembarang tempat, terutama yang memiliki ekosistem kehidupan yang baik.

  10. Radioactive

    Simbol k3 laboratorium yang terakhir adalah radioactive. Simbol ini digambarkan seperti kincir. Simbol ini memiliki arti bahwa bahan kimia tersebut bersifat radioaktif. Untuk zat kimia yang memiliki simbol radioaktif, pastikan untuk menyimpannya dengan baik agar jangan sampai bocor dan terpapar diruangan laboratorium.

10 simbol keselamatan
Simbol Keselamatan Terbaru (Update: 2026)

FAQ

Sebelum memulai kegiatan di laboratorium, Anda perlu mengetahui beberapa langkah penting keselamatan kerja.

  1. Desain praktikum percobaan: sebelum melakukan uji praktikum, lakukan riset mengenai metode, prosedur, dan zat kimia yang ingin digunakan. Hal ini penting agar hipotesis yang ingin diuji sesuai dengan metodologi.
  2. Pahami simbol keselamatan: selalu pelajari simbol keselamatan agar setiap pekerja tetap aman, waspada, dan terjaga saat menangani zat berbahaya bagi manusia maupun lingkungan.
  3. Persiapan APD: siapkan alat pelindung diri saat menangani zat yang bersifat korosif, iritan, atau bahan lain yang dapat membahayakan kesehatan pekerja.
  4. Koleksi sampel: kumpulkan sampel sesuai SOP laboratorium. Pastikan sampel tidak mengontaminasi area kerja atau pengujian orang lain, serta selalu beri label pada sampel.
  5. Kenali lokasi darurat: ingat lokasi tangga darurat, emergency shower , dan APAR agar siap menghadapi kecelakaan kecil, besar, atau kondisi bencana.
  6. Pengolahan limbah B3: buang sampel pengujian ke tempat yang telah diarahkan oleh petugas laboratorium. Pembuangan sembarangan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan menimbulkan bahaya.
  7. Validasi quality control: selalu tinjau kembali metodologi pengujian agar hasil yang diperoleh tetap presisi dan akurat.

K3 laboratorium mencakup penggunaan alat pelindung diri yang lengkap, fasilitas dan peralatan keselamatan seperti APAR, emergency shower, lemari asam, dan kotak P3K, serta tata tertib dan prosedur kerja yang jelas.

Warna keselamatan yang umum digunakan meliputi merah, kuning, hijau, dan biru.

  1. Merah: menandakan bahaya, kondisi darurat, atau perintah berhenti. Warna ini umum ditemukan pada tombol emergency stop dan alat pemadam kebakaran seperti APAR.
  2. Kuning: menandakan peringatan atau kewaspadaan terhadap potensi bahaya fisik, seperti area galian, jalan berlubang, atau area yang membutuhkan perhatian ekstra.
  3. Hijau: menandakan keamanan dan lokasi peralatan darurat, seperti kotak P3K, jalur evakuasi, dan titik peralatan keselamatan.
  4. Biru: menandakan perintah atau kewajiban tertentu, misalnya kewajiban menggunakan alat pelindung diri.

Ringkasan

  • Simbol keselamatan adalah tanda visual standar yang menandai potensi bahaya di laboratorium maupun area kerja lainnya.
  • Terdapat 10 simbol utama yang umum ditemukan di laboratorium, yaitu flammable, harmful, corrosive, toxic, very toxic, explosion, biohazard, oxidizer, environmental hazard, dan radioactive.
  • Setiap simbol menandakan jenis risiko yang berbeda, mulai dari mudah terbakar, beracun, korosif, hingga berbahaya bagi lingkungan.
  • Memahami simbol ini membantu pekerja menentukan APD yang sesuai dan mencegah kecelakaan kerja di laboratorium.

Nah, itu dia 9 simbol keselamatan kerja di laboratorium yang perlu Anda tahu. Pastikan untuk menyimpan informasi ini dengan baik dan membagikannya dengan rekan kerja Anda agar tetap dapat menjaga keselamatan saat bekerja.