Selamat datang di Safety World Indonesia. Dapatkan Penawaran Produk Safety Terbaik Disini

Kontak & Dukungan

  081902321010   021-62321010   sales@safetyworld.co.id

Komponen-Komponen Dari Full Body Harness

1 month ago - Penulis Elizabeth Sarah
Komponen-Komponen Dari Full Body Harness

Full body harness adalah alat perlindungan diri (APD) yang dirancang untuk memberikan keamanan dan perlindungan bagi penggunanya saat bekerja atau beraktivitas di ketinggian atau area berbahaya. Jadi, fungsi full body harness untuk mengurangi risiko cedera akibat jatuh bebas atau terjatuh dari ketinggian. Selain itu, full body harness dapat memberikan dukungan menyeluruh di area dada, pinggang, dan tungkai sehingga alat ini tidak hanya menciptakan perasaan aman tetapi juga menjamin keseimbangan dan stabilitas selama melaksanakan tugas di lingkungan yang berbahaya.   

Full body harness terdiri dari beberapa komponen utama yang bekerja sama untuk memberikan dukungan dan perlindungan menyeluruh kepada pekerja di ketinggian. Maka dari itu, pekerja harus mengetahui komponen apa saja yang terdiri dari full body harness supaya tidak salah saat menggunakannya dan bisa berfungsi dengan maksimal. Berikut adalah komponen-komponen dari full body harness:  

Komponen Full Body Harness  

1. Dorsal D-Ring 

Dorsal D-Ring adalah cincin berbentuk “D” yang terletak dibagian belakang atas harness, biasanya di sekitar bagian tengah bahu atau punggung pengguna. Fungsi utamanya sebagai titik pengait untuk menghubungkan lanyard atau lifeline, yang memungkinkan pengguna terikat ke anchor point atau peralatan keselamatan lainnya.   

2. Shoulder Yoke (Tali Bahu) 

Shoulder Yoke adalah bagian dari harness yang terletak di atas bahu pengguna dan membentuk bahu harness. Bagian ini bentuknya menyerupai tali bahu tas ransel, biasanya terbuat dari bahan empuk dan ergonomis sehingga memberikan kenyamanan dan dukungan tambahan pada bagian bahu. Fungsinya untuk memastikan harness tidak melorot dan terpasang dengan sempurna.  

3. Chest Buckle (Gesper Pengunci) 

Gesper pengunci adalah pengait pada bagian dada harness yang digunakan untuk mengikat dan melepaskan harness dengan mudah. Biasanya, pengait ini berbentuk klip atau gesper yang dapat digerakkan dengan satu tangan, sehingga memungkinkan pengguna untuk dengan cepat mengenakan dan melepas harness. Selain itu, memiliki mekanisme pengunci yang dapat dengan mudah disesuaikan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan.  

4. Webbing 

Webbing adalah tali pita yang menjadi tulang punggung dari full body harness. Webbing terbuat dari bahan yang kuat dan tahan lama seperti nilon atau poliester. Bagian ini menghubungkan semua komponen harness dan menyediakan kerangka tubuh untuk distribusi beban secara merata saat terjadi tekanan atau jatuh bebas.   

5. Lanyard 

Tali pendek yang satu ini digunakan untuk menahan guncangan. Bentuknya berupa tali pendek yang menjadi penopang cadangan saat jatuh bebas. Tali dengan panjang 1.2 meter ini akan dipasang sejajar di dada dan dikencangkan ke harness dan anchor point. Sehingga bisa menumpu beban badan yang jatuh.   

6. Waist Pad (bantalan pinggang) 

Waist pad adalah bantalan empuk yang terletak di bagian belakang harness di sekitar pinggang pengguna. Dengan adanya waist pad, maka bisa mengurangi gesekan, tekanan, dan mengurangi rasa sakit saat menggunakan harness dalam jangka waktu lama, selain itu juga dapat memberikan kenyamanan ekstra pada bagian pinggang.  

7. Adjuster Buckles 

Adjuster Buckles adalah bagian pengatur yang memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan panjang tali punggung harness agar sesuai dengan tinggi tubuh pengguna. Bentuknya seperti sabuk yang menghubungkan bagian atas dan bawah harness. Fitur ini memastikan harness dipakai pas dengan baik dan nyaman digunakan oleh pengguna dengan berbagai ukuran tubuh.  

8. Hip D-Ring 

Hip D Ring adalah cincin berbentuk “D” tambahan yang terletak di sekitar pinggang atau panggul pengguna. Apakah penting? Biasanya memang digunakan untuk pengait tambahan yang digunakan untuk menggantung peralatan kerja, tali pengikat dan aksesoris lain yang dibutuhkan selama bekerja di ketinggian.  

9. Waist Belt (Tali Pinggang) 

Waist belt adalah sabuk di sekitar pinggang yang berfungsi sebagai pengikat harness di bagian pinggang pengguna. Sabuk ini biasanya memiliki klip atau gesper yang mudah digunakan untuk memastikan harness terpasang dengan aman dan kencang.  

10. Leg Straps (Tali Paha) 

Leg straps adalah tali pengikat yang mengelilingi paha pengguna. Gunanya untuk menjaga posisi harness agar tidak mudah bergeser dan berubah saat bergerak cepat. Selain itu, tali paha ini membantu tubuh berada di posisi terduduk saat akan jatuh bebas, sehingga dapat mengurangi risiko rasa sakit dan tidak nyaman pada bagian pinggang.  

11. Sub-Pelvic Strap 

Sub-pelvic strap adalah tali pengikat tambahan yang mengelilingi pinggul atau panggul pengguna dan berfungsi untuk mencegah slipping atau mengangkat harness saat terjadi tekanan atau jatuh bebas. Strap ini membantu mempertahankan posisi harness dengan aman di tubuh pengguna.

12. Label Informasi

Satu komponen yang wajib ada dan tidak boleh dilupakan adalah label. Label tersebut berisi informasi akan produk tersebut, mulai dari anjuran, instruksi, sampai larangan, standar produk, jenisnya (kelas A, W, D, L dan lain-lain). Dan yang terpenting adalah informasi kapasitas berat penggunanya. Jadi wajib baca dan diperhatikan!  

Setelah Sahabat Safety membaca komponen-komponen dari full body harness di atas dan memahami fungsinya, maka kamu dapat menggunakan harness dengan benar dan mengoptimalkan perlindungan dan keselamatan saat beraktivitas di ketinggian atau area berbahaya. Pastikan full body harness yang kamu beli berkualitas, berlisensi, sudah memenuhi standar, serta lengkap dengan komponen-komponennya. Untuk mencari kebutuhan full body harness, kamu bisa dapatkan di Tokopedia Safety World atau Shopee Safety World  dengan full body harness yang berkualitas dan harga terjangkau!